Welcome to our blog...
Welcome to our blog....
Disini Anda dapat sharing tentang semua hal yg berhubungan dengan bisnis dan investasi.
* Mungkin selama ini Anda mempunyai pertanyaan seputar investasi yang sedang atau akan Anda jalankan, silakan..
* Mungkin Anda mempunyai pengalaman atau tips berbisnis dan berinvestasi, silakan...
Disini Anda dapat sharing tentang semua hal yg berhubungan dengan bisnis dan investasi.
* Mungkin selama ini Anda mempunyai pertanyaan seputar investasi yang sedang atau akan Anda jalankan, silakan..
* Mungkin Anda mempunyai pengalaman atau tips berbisnis dan berinvestasi, silakan...
Kamis, 23 Juni 2011
Detailed statement 'Goldfisher' robot per 22 Juni 2011
22juni.htm - 4shared.com - penyimpanan dan berbagi-pakai file online - unduh - <a href="http://www.4shared.com/document/do8DOOCa/22juni.html" target="_blank">22juni.htm</a>
Detailed statement 'GoldFisher' Robot per 16 Juni 2011
http://www.4shared.com/folder/IVDdwNz0/_online.html
Rabu, 22 Juni 2011
Analisa Mingguan by Dar Wong: Sterling di Fase Koreksi, Komoditi Meragukan
Monexnews - Weekly Report (20-24 Juni 2011)
USD/JPY
Pekan lalu, USD/JPY bergerak sekitar 80 pips dalam range rata-rata harian tanpa dorongan berarti. Sekarang pair mata uang tersebut terjebak dalam kisaran 79.50-81.00 di tengah memudarnya tren secara berkala. Kami memperkirakan resisten terdekat berada pada level 80.40, namun ruang untuk koreksi lebih terbuka karena alasan fundamental saat support tadi terpecahkan.
EUR/USD
EUR/USD pekan lalu menemukan support-nya di level terendah mingguan 1.4073, sebelum akhirnya rebound. Pekan ini, Kami melihat adanya konsolidasi teknikal dalam range sempit antara 1.4200-1.4450, kecuali muncul berita mengejutkan. EUR/USD berada dalam tren koreksi jangka panjang seraya membangun gelombang pemulihan saat ini. Untuk transaksi jangka pendek, abaikan proyeksi beli jika tren anjlok hingga mendekati support 1.4200!
GBP/USD
GBP/USD bergerak kuat di antara 1.6080-1.6100. Poundsterling memiliki resisten terdekat di 1.6230, sedangkan kisaran atas teknikal bisa mencapai sekitar 1.6350 pekan ini. Sterling merosot untuk jangka panjang, namun terlihat peluang untuk menangkap posisi jual pada setiap kenaikan. Kami memperkirakan pemulihan teknikal terjadi pekan ini, long traders harus mengabaikan transaksi bila GBP/USD di luar dugaan jatuh ke bawah 1.6080.
EMAS
Harga emas naik pada hari Jumat setelah merespon pemangkasan proyeksi ekonomi Amerika Serikat (AS) tahun 2011 oleh IMF. Dari perspektif teknikal, Kami memandang resisten kuat saat ini di sekitar 1545.00. Pekan ini, hanya faktor fundamental yang bisa mengangkat tren ke atas level tersebut, tentu tanpa melupakan adanya resisten sekunder di level 1553.30. Kami memprediksi penurunan ke sekitar 1520.00 lebih mungkin terjadi daripada konsolidasi teknikal.
MINYAK
Harga minyak mentah WTI memecah 2 support kuat S1 (96.20) dan S2 (94.20) pekan lalu akibat dampak dari krisis Yunani dan penundaan resolusi pejabat Uni Eropa. Pekan ini, Kami melihat bahwa harga harus kuat di atas support 93.00 di hari Senin. Minyak harus pulih, jika tidak maka ditutup di bawah level tersebut bisa menguji area 90.00 (support utama Kami selanjutnya). Sekarang, harga minyak mentah penuh ketidakpastian, terutama saat data ekonomi penting menunjukkan perlambatan di sektor manufaktur dan pertumbuhan demand.
Disclaimer: This report is written for general information only. No liability by the writers, publisher or any third party involved in the distribution of this work.
DAR Wong started his trading career in Singapore financial futures industry since 1989. He is now a hedge advisor, professional trader and financial coach over 7 countries with numerous trading associates and corporate partners.
Sistem martingale, Alternatif manajemen resiko
Martingale adalah suatu strategi trading yang menerapkan manajemen lot seperti piramid.
Ilustrasi :
Kita membuka posisi beli 1 lot dengan target profit (TP) 10 pip. Namun target tidak tercapai, posisi bahkan terbawa hingga 30 pip . Kemudian kita buka lagi posisi dengan jarak 30 pip dari posisi pertama dengan jumlah lot ditambah menjadi 2. Target profit untuk kedua posisi tersebut adalah 15 pip dari posisi kedua.
Berarti kita nantinya akan dapat (1 X - 15) + (2 X + 15) = 15 pip (+spread). Lalu bila pada posisi ke 2 ini level TP masih belum tercapai dan lagi terbawa kebawah, maka kita buka lagi posisi ke -3 dengan jumlah lot yang lebih besar dan seterusnya.
Logikanya, dengan menggunakan beberapa level posisi , kita berharap harga akan bergerak sesuai arah yang kita kehendaki. Dengan demikian, sejumlah posisi yang kita buka tadi menghasilkan keuntungan pada akhirnya.
Ada sebuah sistem martingale yang menarik untuk kita bedah, namanya "Buru trader". Dimana ini mneggunakan aturan buka posisi yang sangat sederhana pada penerapan EURUSD dan atau EURGBP dengan timeframe grafik 1 menit. Sementara indikator yang digunakan adalah Stochastic (5,3,3) dan Bollinger bband (20,2).
Aturannya adalah : posisi beli terjadi bila harga penutupan batang 1 menit telah melewati garis bawah bollinger band. sedangkan garis signal stochastic telah dibawah level 14. Posisi jual terjadi bila harga penitupan batang 1 menit telah melewati garis atas Bollinger band dan garis signal stochastic telah diatas level 86.
Kita gunakan martingale dengan urutan jumlah lot sesuai dengan urutan angka fibbonacci. Dimuali dari 1,1,2,3,5,8,13,21, dst ( angka 2 diperoleh dari penjumlahan 2 angka di depan ; 1+1, angka 3 = 1+2, angka 5 = 2+3), dst.)
Piramid yang kita pakai hingga 8 tingkat , artinya total lot yang kita gunakan dengan 8 tingkat pemakaian adalah 48 lot. Dengan laverage 1: 100 unutk kontrak 100 ribu dollar, jumlah margin yang dibutuhkan harus diatas $50.000.
Pembukaan posisi baru (tingkat 1) dimulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB Diluar waktu tersebut, kita hanya menyelesaikan posisi yang sudah ada dengan sistem martingale . Jarak antara tiap tigkat adalah 21 pip. Jadi, misalkan kita buka posisi beli di 1.3520, maka itngkat kedua ada di 1.3499, dst.
Tabel 1 : Ilustrasi TP untuk masing - masing tingkat dan lot
Pada tingkat 1, misalkan untuk posisi buy, kita buka 1 lot posisi baru dengan TP 10 pips. Bila tingkat 1 ini tidak terselesaikan dan keadaan -21 pip, kita buka 1 lot lagi (tingkat 2) , sehingga da 2 posisi terbuka masing-masing 1 lot. TP dari posisi pertama dibuat -7 pip, posisi kedua+14 pip sehingga total profit yang diharapkan menjadi 7 pip.
Saat kita membuka posisi baru mengapa kita tidak memberikan stop loss (SL)? Karena cara kita menangani resiko adalah dengan melakukan averaging, atau merata-ratakan posisi terbuka melalui sistem martingale tersebut.
Untuk mencapai tingkat keberhasilan yang tinggi, kita harus memeperhatikan karakter dari produk keuangan sebelum menrapkan sistem ini, kapan kita harus membuka posisi dan kapan harus menutupnya. Berapa jumlah lot yang harus digunakan serta apa strateginya bila posisi terbuka itu tidak menghasilkan profit dalam kurun waktu tertentu.
Jangan lupa, setiap sistem tentunya harus diuji reliabilitasnya dengan demo account. Selamat mencoba !
Bila ada pertanyaan mengenai sistem ini, silakan hubungi email : arinda_widyaningtyas@yahoo.com
Selasa, 21 Juni 2011
5 Alasan penting memburu aset anti inflasi
5 faktor krusial yang akan membuat emas layak dikoleksi pada tahun 2011 :
- Permintaan kuat ( data statistik)
- Tren demand perhiasan emas naik 17 % dari 1.760 ton pada tahun 2009 menjadi 2.059 ton (2010), dengan total nilai US$81 milliar.
- Permintaan emas dari sektor teknologi mencapai 419 ton, 12,4% lebih tinggi dibandingkan tahun 2009 seiring pulihnnya industri elektronik.
- Permintaan investasi emas terbesar datang dari China, dengan kenaikan sebesar 70% dibandingkan tahun2009 dengan nilai total US$7 miliar. Secara glbal, demand emas batangan meningkat 63% pada kuartal IV 2010 dan 56% lebih tinggi dibandingkan 2009 dengan volume 713 ton.
- Permintaan yang tinggi tidak didukung oleh volume persediaan di negara produsen yang hanya naik tipis 2%.
2. Tekanan inflasi tinggi dan suku bunga riil negatif
Berkurangnya nilai mata uang terhadap barang akn mendorong investor untuk melindungi kekayaan via aset berbasis emas.
3. Demonstrasi anti-pemerintah di Timur Tengah dan Afrika
Instabilitas kawasan MENA ( Middle East-North Africa) akan mengalihkan minat investor dari aset beresiko ke save haven.
4. Pembelian Bank Sentral Dunia
Sejak masa krisis 2008, bank sentral terus memangkas penjualan aset emas.
5. Rasio Hutang negara maju
Analis Citigrup memprediksi emas akan mencapai $1500 per troy-once pada tahun 2011.
The Basic Principles of Swing Trading by Jim Wyckoff
"The Trend is Your Friend" is a tried and true market adage that is indeed one of the most valuable futures trading tenets. However, history shows that most markets tend to move in a non-trending, or "sideways" fashion more of the time than they are in a trending mode. There are several methods by which to trade non-trending markets. One popular method is called "swing trading."
The basic principle for swing trading is finding a market that is trapped in a sideways trading range (also called a congestion area), or in an up-trending or down-trending channel on the chart. On the chart, the trader must be able to distinguish some clear support and resistance levels that are boundaries of the congestion area or channel. When a market price approaches the support or resistance area boundary, the trader will establish a position: long if prices are moving lower and close to the support boundary, and short if prices are moving higher and toward the resistance boundary.
Swing trading techniques can be used in any chart time frame--daily, weekly, monthly and intra-day charts. However, the most popular timeframe for swing trading is the daily bar chart.
It's important to note that the strength of the support and resistance at the boundaries is usually determined by the number of times the market has pivoted at the boundaries. The more times a market has reached a support or resistance boundary, and then reversed course, the more powerful is that boundary. Thus, a trader wants to find a well-established channel or trading range for which to attempt to swing trade. An exception to this is a market that has been in a trading range, but is bound by one or two powerful spike moves, which also indicate a strong support or resistance boundary. In other words, some congestion areas that may offer a good swing-trade opportunity do not require several pivot points. Instead, those one or two spike levels would be determined to be a potentially good pivot area for a market.
The swing trader should still use tight protective stops. A good area to place a protective stop is just outside of a support or resistance boundary that makes up the trading channel or congestion area. For example, if a market in a trading channel is nearing the upper boundary of that channel, the swing trader would establish a short position and would want to place his protective buy stop just above the resistance level that serves as the upper boundary of the trading channel.
Interestingly, if the market keeps moving higher and breaks out above the channel, or congestion area, (stopping the swing trader out of the market) then that would likely be considered an upside "breakout," which is a favorite trading set-up among many veteran position traders. This set-up would suggest establishing a long position if there was good follow-through buying strength the following session after the upside breakout from the congestion area or channel. The trader establishing the long position would place his protective sell stop just below the former upper boundary of the trading channel or congestion area that was just penetrated on the upside.
Langganan:
Postingan (Atom)

