| Although different in that their angle of trend is sharper than the sideways trend of combinations, double and triple zigzags can be characterized as non-horizontal combinations, as Elliott seemed to suggest in Nature's Law. However, double and triple threes are different from double and triple zigzags, not only in their angle but in their goal. In a double or triple zigzag, the first zigzag is rarely large enough to constitute an adequate price correction of the preceding wave. The doubling or tripling of the initial form is typically necessary to create an adequately sized price retracement. In a combination, however, the first simple pattern often constitutes an adequate price correction. The doubling or tripling appears to occur mainly to extend the duration of the corrective process after price targets have been substantially met. Sometimes additional time is needed to reach a channel line or achieve a stronger kinship with the other correction in an impulse wave. As the consolidation continues, the attendant psychology and fundamentals extend their trends accordingly. As this section makes clear, there is a qualitative difference between the number series 3 + 4 + 4 + 4, etc., and the series 5 + 4 + 4 + 4, etc. Notice that while impulse waves have a total count of 5, with extensions leading to 9, 13 or 17 waves, and so on, corrective waves have a count of 3, with combinations leading to 7 or 11 waves, and so on. Triangles appear to be an exception, although they can be counted as one would a triple three, totaling 11 waves. Thus, if an internal count is unclear, the analyst can sometimes reach a reasonable conclusion merely by counting waves. A count of 9, 13 or 17 with few overlaps, for instance, is likely motive, while a count of 7, 11 or 15 with numerous overlaps is likely corrective. The main exceptions are diagonal triangles of both types, which are hybrids of motive and corrective forces. Orthodox Tops and Bottoms Sometimes a pattern's end differs from the associated price extreme. In such cases, the end of the pattern is called the "orthodox" top or bottom in order to differentiate it from the actual price high or low that occurs intra-pattern. For example, in Figure 1-11, the end of wave 5 is the orthodox top despite the fact that wave 3 registered a higher price. In Figure 1-12, the end of wave 5 is the orthodox bottom. In Figures 1-33 and 1-34, the starting point of wave A is the orthodox top of the preceding bull market despite the higher high of wave B. In Figure 1-47, the end of wave Y is the orthodox bottom of the bear market even though the price low occurs at the end of wave W. This concept is important primarily because a successful analysis always depends upon a proper labeling of the patterns. Assuming falsely that a particular price extreme is the correct starting point for wave labeling can throw analysis off for some time, while being aware of the requirements of wave form will keep you on track. Further, when applying the forecasting concepts that will be introduced in Lessons 20 through 25, the length and duration of a wave are typically determined by measuring from and projecting orthodox ending points. |
Welcome to our blog...
Welcome to our blog....
Disini Anda dapat sharing tentang semua hal yg berhubungan dengan bisnis dan investasi.
* Mungkin selama ini Anda mempunyai pertanyaan seputar investasi yang sedang atau akan Anda jalankan, silakan..
* Mungkin Anda mempunyai pengalaman atau tips berbisnis dan berinvestasi, silakan...
Disini Anda dapat sharing tentang semua hal yg berhubungan dengan bisnis dan investasi.
* Mungkin selama ini Anda mempunyai pertanyaan seputar investasi yang sedang atau akan Anda jalankan, silakan..
* Mungkin Anda mempunyai pengalaman atau tips berbisnis dan berinvestasi, silakan...
Senin, 22 Agustus 2011
Guidelines of Wave Formation
Senin, 15 Agustus 2011
Analisa Mingguan (15-19 Agustus 2011): Minyak Suram, Emas Cemerlang
USD/JPY
USD/JPY terpuruk hingga ke level terendah 76.30 pada hari Jumat lalu setelah data US Consumer Confidence dirilis turun. Meski investor menantikan intervensi BOJ lagi, tekanan jual dapat memukul harga hingga 75.20 jika tidak ada berita dari Jepang. Untuk pergerakan atas, level 78.00 menjadi resisten kuat saat USD/JPY berbalik naik.
EUR/USD
EUR/USD bergerak di antara 1.4050-1.4400 saat dollar dan euro melemah satu sama lain. Kami melihat resisten berada di level 1.4300 dengan sentimen cenderung memicu aksi jual. Kami melihat penembusan level support 1.4050 akan menggiring harga ke target bawah 1.3900. Abaikan proyeksi jual Anda jika euro kembali naik ke atas 1.4300.
GBP/USD
GBP/USD masih bertengger di antara 1.6110-1.6480 meski sentimen pasar berpihak ke euro. Kami melihat resisten kuat terbangun di level 1.6330. Sementara sentimen rentan memicu aksi jual saat euro bertahan dekat 1.6190 lagi. Abaikan proyeksi jual Anda jika EUR/USD tembus dan bertahan di atas 1.6330.
MINYAK
Minyak mentah WTI jatuh sampai ke level terendah 11-bulan pekan lalu setelah saham global anjlok di awal pekan. Menjelang akhir pekan, minyak mencatat rebound tajam hinggga ke atas 85.00 (penutupan Jumat). Pekan ini, Kami melihat minyak akan berkonsolidasi sideways antara 80.00-88.00 dengan kecenderungan bargain price di level bawah. Di tengah perlambatan manufaktur AS, Eropa dan negara emerging, permintaan minyak akan anjlok sampai akhir tahun.
GOLD
Emas menjadi primadona untuk melawan inflasi sejak suku bunga global belum naik. Harga emas menembus titik tertinggi dalam sejarah pada level 1814.40 d tengah pekan lalu. Emas mencetak kenaikan tajam di awal pekan karena penurunan saham global. Namun, logam mulia ini terkoreksi ke 1723.30 pada hari Jumat seiring kepulihan Dow Jones. Pekan ini Kami memperkirakan emas bergerak sideways antara 1720.00-1770.00. Lakukan pembelian saat emas menyentuh level tersebut di atas dengan tetap mengendalikan resiko. Dari aspek teknikal dan fundamental, kemungkinan kecil bagi emas untuk menguji level rendah karena support kuat berada di 1700.00-1710.00. Namun resisten atas 1770.00 dan 1790.00 siap diuji lagi oleh tren bullish!
Disclaimer: This report is written for general information only. No liability by the writers, publisher or any third party involved in the distribution of this work.
Senin, 08 Agustus 2011
Analisa Mingguan (8-12 Agustus 2011): EUR Masih Buram, Emas Labil
Senin, 08 Agustus 2011 10:48 WIB
USD/JPY
USD/JPY melambung dari kisaran 77.00 setelah pemerintah Jepang melakukan intervensi jual yen. Pasangan mata uang ini naik ke atas 80.00, kemudian turun lagi ke 78.50. Kami melihat tren akan terjaga pada level 78.00 dan memulihkan bullish pekan ini. Kami masih menetapkan target kisaran atas antara 80.50-91.00 sebagai level jual kuat. Seandainya USD/JPY pecah dekat 78.00, maka abaikan proyeksi beli Anda.
EUR/USD
EUR/USD mengalami pergerakan besar pekan lalu antara level 1.4050-1.4450, kemudian ditutup pada area 1.4380 pada sesi Jumat. Kami melihat resisten kuat antara 14340-14370, seiring tren masih menunjukkan bias untuk aksi jual. Pekan ini, support berada di level S1 (1.4140) dan S2 (1.4050). Kami masih melihat sentimen bearish dari faktor negatif soal hutang Eropa.
GBP/USD
GBP/USD menguat dan ditutup dekat resisten 1.6400 pada sesi Jumat lalu. Kami memperkirakan tren berbalik turun pekan ini dan beralih jadi sentimen jual. Poundsterling memiliki resisten kuat di 1.6440-1.6470, seraya menanti tren pelemahan kembali menyentuh support bawah, 1.6230. Abaikan proyeksi jual Anda jika GBP/USD tembus ke atas 1.6470.
MINYAK MENTAH
Minyak mentah WTI memecahkan support kuat 89.50 dan menguji titik lebih rendah, area 86.78 pada pekan lalu. Pasar mengalami kepanikan setelah muncul kabar pengesahan program pemangkasan budget senilai US$2.4 triliun. Sementara plafon hutang dinaikkan hingga 2012 tanpa petunjuk lebih lanjut. Pekan ini, Kami memperkirakan minyak berkonsolidasi kembali ke kisaran 90.00 hingga muncul petunjuk dari dari aspek fundamental. Jika minyak mampu menembus 82.80 lagi, maka tren pelemahan akan mencapai support ke dua di S2 (80.27), sebelum komoditas ini siap berkonsolidasi.
EMAS
Harga emas menembus level tertinggi sepanjang masa di atas 1689.00 dan turun akibat data manufaktur Amerika Serikat (AS). Bunga obligasi jangka pendek berbalik negatif karena investor global memburu aset safe haven jangka pendek. Emas jatuh dalam pada hari Kamis lalu setelah merespon kabar ini. Kami memperkirakan emas bergerak antara 1640.00 dan 1685.00 di tengah kemungkinan profit taking. Pekan ini, emas akan sangat bergantung pada faktor fundamental guna menggiring harga ke atas 1700.00, khususnya jika isu hutang eurozone memburuk. Trader disarankan untuk waspada ketika tren memecah ke dua arah.
Jumat, 05 Agustus 2011
Sektor Jobs Tanpa Prospek
Jumat, 05 Agustus 2011 10:29 WIB
Klaim pengangguran mingguan yang berakhir 30 Juli tercatat sebesar 400.000 seperti dilaporkan Departemen Tenaga Kerja AS. Angka tersebut turun 1.000 dibanding revisi naik pada pekan terdahulu. Ekonom yang disurvei oleh briefing.com sebelumnya memperkirakan klaim jobless naik menjadi 405.000.
Sebagai catatan, klaim awal pengangguran sudah bertengger di atas angka 400.000 dalam 17 pekan terakhir. Padahal idealnya data tersebut harus konsisten berada di bawah level tersebut guna mengkonfirmasi pertumbuhan ekonomi. "Pasar tenaga kerja dan ekonomi berjalan lambat hingga beberapa waktu ke depan," ujar Tim Quinlan, Analis Ekonomi Wells Fargo. Meski banyak pihak tidak melihat potensi resesi, tetapi kemungkinannya tidak pernah sebesar sekarang.
Jumat ini, pasar kembali disuguhkan data penting dari sektor yang sama, tenaga kerja. Laporan jobs bulanan diprediksi menunjukkan 75.000 tenaga kerja baru di AS pada bulan Juli. Setidaknya, angka itulah yang dihasilkan dari survei CNN terhadap 19 ekonom. Adapun rerata pengangguran masih akan terpaku di 9,2%.
"Perekonomian AS masih dipertanyakan dan perusahaan sangat mewaspadai kemungkinan terburuk," ujar Jim Baird, Kepala Strategis Investasi, Plante Moran Financial Advisors. Perlambatan ekonomi makin diperburuk oleh proyeksi negatif terhadap kinerja ekonomi semester II. Alhasil, rencana perekrutan SDM akan terhenti dalam beberapa bulan ke depan. (dim)
Kamis, 04 Agustus 2011
Trading Dengan Double Top / Bottom
Double Top atau Bottom, merupakan pola -pola yang mengindikasikan kemungkinan reversal (pembalika tren). Mengapa demikian ? sebagai contoh pola double bottom, kita dpat melihat bahwa harga yang bergerak ke bawah namun tidak dapat meneruskan penurunannya karena banyaknya pembeli (buyer) yang membeli di harga bawah. Harga kemudian berbalik naik. tapi diatas sudah menunggu penjual (seller) yang siap menjual kembali dan mengakibatkan harga turun kembali mendekati harga terendah sebelumnya dan sekali lagi buyer masuk ke pasar membeli pada harga mendekati harga terndah tersebut. Hargapun kembali naik. Ini mengindikasikan kekuatan harga untuk turun semakin berkurang. nah, ada indikasi harga akan berbalik arah atau rebond.
Pola double top atau Bottom dapat kita gunakan untuk memberikan sinyal untuk membuak posisi sell ataupun buy. tentunya dengan membatasi resiko kita dengan meletakkan stop loss di sekitar area double top atau bottom.
- Double Bottom mulai terbentuk pada gambar diatas. Titik 1 dan titik 2 merupakan double bottomnya. Sinyal unutk reversal atau buy mulai terbentuk.
- Kita perhatikan double bottom membentuk area resisten pada saat harga rebound dari titik 1, sebelum akhirnya turun kembali ke titik terendah ke 2.
- Kita dapat membuka posisi buy pada saat harga menembus area resisten. Stop loss kita letakkan sedikit di bawah bottom terndah (1 atau 2). Sementara target profit dapat kita hitung dengan cara mengukur jarak antara titik bottom 1 dengan area resisten. Jadi misalnya jarak antara titik bottom 1 dengan area resisten sekitar 40 pip, kita dapat meletakkan target profit sekitar 40 pip.
Pola double top pun dapat diberlakukan sama dengan double bottom, hanya saja pola double top unutk memberikan sinyal reversal harga akan jatuh atau terkoreksi.
Selamat mencoba..!!
Senin, 01 Agustus 2011
Analisa Mingguan 1-5 Agustus: EUR ke 1.4500, Emas Coba ke 1650
-USD/JPY
melemah minggu lalu dan turun menuju level 77.01 pada Jumat karena negosiasi Kongres AS mencapai kebuntuan. Kami melihat bahwa hasil dari kesepakatan Kongres AS akan menentukan tren pekan ini walaupun level support penting di kisaran 76.50 terlihat bisa ditembus. Harga harus kembali naik di atas 79.30 untuk memulai tren bullish.
EUR/USD
stabil di atas 1.4250 dengan minat beli yang besar. Minggu ini, kami memperkirakan tren akan berkonsolidasi dan bergerak ke atas ke area 1.4450-1.4500. Pasar bahkan dapat bergerak lebih tinggi dari 1.4550 jika AS berhasil menaikan batas hutangnya. Namun, hati-hati terhadap penurunan drastic jika tren menembus dan bertahan di bawah 1.4280 pada minggu ini.
GBP/USD
melonjak Jumat lalu karena kekhawatiran hutang AS dan di luar dugaan menyentuh level di atas 1.6450. Pasar terlihat mendapatkan resisten kuat di kisaran 1.6470 dan jika terus bergerak naik dapat menyentuh level 1.6550 minggu ini. Namun, hal ini bergantung pada faktor fundamental yang mempengaruhi pelemahan dollar AS. Sementara support kuat minggu ini di kisaran 1.6250.
Crude Oil
Harga minyak mentah WTI pecah di atas level 100.00 minggu lalu tapi dengan cepat turun setelah menyentuh level 100.60. Pelemahan terutama karena ketidakpastian keputusan AS dalam menaikan batas hutang dan gambaran suran GDP kuartal ke-2. Saat ini , pasar mendapatkan support kuat di kisaran 94.80 sambil menunggu berita fundamental pekan ini. Kami memperkirakan harga minyak mentah WTI dapat menyentuh lagi level bawah di kisaran 93.50 jika anggota parlemen AS gagal meraih kesepakatan kenaikan batas hutang minggu ini. Di sisi lain, pasar berpotensi berkonsolidasi ke atas area 98.60 jika tren teknikal terdorong oleh data ekonomi yang bagus.
Gold (XAU)
Harga emas menyentuh level tertinggi baru Hari Jumat di 1632.80 seperti perkiraan target pada laporan kami sebelumnya. Pasar mempunyai minat beli yang kuat ketika para investor global khawatir terhadap krisis hutang di AS dan zona euro. Pekan ini, kami melihat kemungkinan besar harga emas dapat menembus level yang lebih tinggi dan mencoba menyentuh area 1650. Namun, target akhir kami ada di 1680.00 untuk beberapa pekan ke depan jika banyak dana terus masuk ke emas sebagai aset safe haven. Emas berubah menjadi tren bearish jika harga emas menembus level S1 di 1600.00!. Support ke-2 di kisaran 1580.00, akan sulit untuk ditembus meski S1 sudah tertembus!
Disclaimer: This report is written for general information only. No liability by the writers, publisher or any third party involved in the distribution of this work.
Weekly Analysis of 1-5 August:: Eur to 1.4500, Gold 1650
USDJPY
try to weaken last week and down towards the 77.01 level on Friday because Congress as the negotiations reached an impasse, we see that the congress as a result of the agreement will determine the trend this week, although the level of support important in the range of 76.50 looks impenetrable, prices have climbed back above 79.30 to begin a bullish trend.
EURUSD
stabilized above 1.4250 with a huge buying interest, this week, we expect the trend to consolidate and move up to the 1.4450-1.4500 area. the market can move higher even than 1.4550 if as successful raise debt limit, na, however, caution against drastic decline if the trend penetrate and survive under 1.4280 in the week.
GBPUSD
jumped last Friday as fears of debt as and unexpectedly touching above the 1.6450 level. market seen getting strong resistance in the range of 1.6470 and if it continues to move up to touch the 1.6550 level this week, however, this depends on the fundamental factors affecting dollar weakness as, while the strong support this week in the range of 1.6250.
CRUDE OIL
price of WTI crude oil broke above the 100.00 level last week but quickly dropped after touching the 100.60 level. attenuation mainly due to uncertainty in the decision as raising the debt limit and Suran picture of the 2nd quarter GDP. currently, the market is getting strong support in the range of 94.80 while waiting fundamental news this week, we estimate the price of WTI crude oil can be touched again below the level in the range of 93.50 as if lawmakers fail to reach agreement this week increase the debt limit, on the other hand, the market potential consolidate up area 98.60 if the technical trend driven by good economic data.
Gold (XAU)
Gold prices hit a new high Friday at 1632.80 as target forecast in our previous report, the market has strong buying interest as investors worried about the global debt crisis in the axles and the euro zone, this week, we look to the most likely gold prices can penetrate a higher level and try to touch the area 1650. na, however, our final target at 1680.00 for the next few weeks when many funds continue to go into gold as a safe haven asset, gold is turned into a bearish trend if the gold price through the levels at 1600.00 s1!
Langganan:
Postingan (Atom)
